Kamis, 03 Mei 2012

Ulasan Dunia Pendidikan saat ini

http://beritakota.files.wordpress.com/2010/01/ujian.jpg
Pendidikan Indonesia Peringkat 69 Didunia.
Apa Kata Dunia?
Pendidikan Murah Berkualitaskah?
Pendidikan Mahal Mencekik Leherkah?
Inikah Nasib Generasi Penerus Bangsa???

Mereka berseragam, membayar banyak uang iuran dan uang buku, mereka melaksanakan upacara bendera setiap hari senin, tapi mental mereka pada akhirnya tak lebih bernegarawan daripada negara lain yang tidak melakukan hal-hal tersebut.
http://images.sahabatbaca.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R2h26woKCCIAAGwxHMM1/DSCN5182.JPG?et=GmaD8gwSecwlNB0oA7HTYQ&nmid=
Pengajaran dan pendidikan di Indonesia turun peringkatnya menjadi peringkat 69 dunia,yang urutan pertamanya dipegang oleh negara Finlandia.Sebuah negara yang sangat menghargai profesi gurunya.Tak secuilpun mereka memungut uang apapun dari orang tua murid mereka karena hal tersebut dinyatakan sebagai pelanggaran(ilegal action), jika memungut uang dari para orang tua murid mereka.
Di Indonesia orang berlomba-lomba membuat sekolah dengan dasar keuntungan dengan target pertamanya.Mereka memberikan pendidikan berkelas dengan biaya yang sangat besar karena tak didukung oleh pemerintahnya.Di Finlandia, sekolah swasta pun mendapat dana dari pemerintah.

Para pengajarnya minimal harus bergelar S2, dan dalam satu kelas yang dibatasi maksimal 20 orang dijaga oleh 3 orang guru secara langsung.Masing-masing guru punya peranan yang sangat berarti di setiap kelas, sebagai pengajar, pembantu siswa yang tidak mengerti dengan apa yang diajarkan, dan sebagai pembimbing yang luar biasa.Di Indonesia, banyak guru-guru yang memberikan private kepada muridnya sendiri di luar jam sekolah dengan bayaran yang lumayan tinggi. Pada akhirnya terjadi diskriminasi yang sangat menyolok antara murid  yang les dan tidak. Yang mendapatkan les diluar jam sekolah dengan bayaran punglinya tersebut mereka akan dianak emaskan, dengan mendapat perhatian lebih, mendapat nilai baik, bahkan ada yang mendapat penambahan nilai.
http://www.gofinland.org/wp-content/uploads/2010/12/education-in-Finland.jpg
Guru di banyak sekolah kadang kali dijuluki guru killer, yang artinya sangat ditakuti oleh muridnya. Sungguh ironi. Yang seharusnya guru menjadi pengajar, pembimbing, dan pendukung murid  ini malah terjadi sebaliknya.Para guru tersebut merasa bangga jika para muridnya tidk mengerti, dan pada akhirnya diharuskan les dengan biaya les yang tidak murah. Sudah seharusnya mentri pendidikan mengeluarkan peraturan yang ketat mengenai masalah itu, bahwasannya guru yang mengajar disekolah tidak dibenarkan memberikan les di luar jam sekolah dengan tujuan komersil.

Lain sekolah lain masalah.Ada sebuah sekolah seperti yang diceritakan kerabat saya beberapa waktu lalu yang gurunya terkesan sangat tidak terpelajar dan terkesan mudah sekali menyepelekan sesuatu. Selain dari memberikan test yang diluar bab yang akan diujikan, juga tidak memeriksa hasil evaluasi yang diadakan dengan benar, yang pada akhirnya jawaban murid yang benar disalahkan seenaknya.Ini terjadi berulang dan berulang.Yang jadi pertanyaan, setelah kepala sekolah mendapat banyak keluh kesah dari orangtua murid, mereka malahan berlaku cuek dan selalu menganggap semuanya itu hanya sebagai human error yang lumrah(padahal terjadi terus menerus), jika begini bagaimana pendidikan akan maju dikemudian hari?
http://3.bp.blogspot.com/_URT3eLY9WSE/SVIComXgLkI/AAAAAAAAAYo/UPcwY_LkJMI/s320/guru_galak.jpg
Yang lebih ironinya lagi, kerabat saya tersebut bercerita, yang katanya anaknya sampai mengatakan, apakah gurunya itu sebenarnya guru atau tukang bakso?

Sungguh menyedihkan pengajaran di negeri ini.Selain dari oknum guru yang memalukan yang juga mencemari sebuah “untaian kalimat emas” tentang guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, mereka juga tidak memajukan pendidikan yang sudah sepantasnya ada di pundak mereka. Memang tak semuanya guru melakukan itu, karena terkutuklah guru yang melakukannya, karena mereka akan menjadikan mental muridnya menjadi berpribadi salah dari mulanya. Mereka sadar atau tidak sadar telah ikut membentuk kepribadian muridnya dengan melakukan semua tindakan yang tak terpuji tersebut. Dan ketika pihak sekolah mengadakan ujian atau evaluasi yang dikenal dengan ulangan atau test,ada sebagian  oknum guru yang bangga jika muridnya kesulitan dan stress, karena itu akan menunjukkan bahwa si oknum guru itu memegang kuasa atas semua nya, dan murid harus berbaik-baik dengan guru tersebut yang pada akhirnya akan terjadi penindasan moral.
http://1.bp.blogspot.com/_URT3eLY9WSE/SVICbdSLqbI/AAAAAAAAAYg/kIdjihpd-ZQ/s320/14554735.jpg
Di Finlandia, jarang sekali guru atas nama sekolah memberikan test atau pr yang membebani murid-murid mereka. Jika diadakan test pun, itu bukan untuk mengukur bagaimana murid menuasai pelajaran tersebut, tapi bagaimana guru itu berhasil mengajar dengan baik.
LUAR BIASA!!!

Guru yang mengadakan test hanya berkepentingan untuk mengukur,apakah kinerja mereka dalam mengajar berhasil atau kah tidak, karena jika mereka berhasil dan sukses dalam mengajar, maka test yang diadakan akan membawa hasil baik karena semua murid mengerti dengan pengajaran dari guru tersebut, yang notabene itu adalah kesuksesan si guru dalam membuat muridnya bisa.
http://4.bp.blogspot.com/-E5HGtJtBSyI/TcddL0X3vnI/AAAAAAAAAgk/rkCjkO_RHFM/s1600/6a00e3981e8fb6883301053620a4a8970c-pi.jpg
Hal ini sangat bertolak belakang dengan banyak kejadian yang terjadi dikarenakan para oknum guru di Indonesia.

Indonesia menerapkan sistem sekolah dengan kurikulum, namun di Finlandia sana, setiap guru yang minimal bergelar S2 tersebut diberikan kuasa untuk menemukan kurikulumnya sendiri, yang hebatnya lagi Finlandia menjadi negara pertama berpendidikan tertinggoi dan terbaik di dunia. Kenapa langkah yang seperti ini tidak ditiru oleh semua sekolah di Indonesia? Seperti yang dikatakan oleh pembawa berita di Metro TV, sekiranya ada anggota DPR yang mendengar dan mengadakan study banding ke Finlandia guna memajukan pendidikan di Indonesia.
http://img.okezone.com/content/2011/05/26/373/461301/4TZgdK9fk2.jpg
Banyak murid yang terbebani menghadapi banyak masalah disekolah seperti dibebankannya banyak iuran ini itu dari sekolah, para oknum guru killer yang gemar mengintimidasi dan mencari keuntungan dari muridnya, Dibebankan ujian nasional sebagai penentu kelulusan, dan lain-lain. Yang menyedihkannya, Indonesia yang sangat spektakuler dengan UJIAN NASIONAL nya tersebut masih menduduki peringkat ke 69 dunia yang tahun lalu masih di peringkat 65 dunia.

Sudah sepantasnya para wakil rakyat yang katanya mewakili hati nurani seluruh lapisan masyarakat itu mau membenahi semua sistem pendidikan dan pengajaran di Indonesia sehingga kedepannya bisa lebih maju lagi.
Diskriminasi terhadap murid harus dihapuskan karena SARA. Intimidasi oleh para semua oknum guru killer harus ditindaklanjuti dan diberikan peraturan ketat agar mereka sadar, dan menjadi pembimbing dan pengajar yang baik, bukan malah menjadikan murid sebagai musuh yang harus diperangi dan di hajar dengan militerisasi.
http://emeraldelz.files.wordpress.com/2012/01/pendidikan2.jpg
Banyak oknum guru yang tidak terima, ketika seorang murid komplain karena ada testnya yang benar namun disalahkan. Si Murid yang telah belajar mati-matian tersebut jadi tidak disukai karena berani menyatakan kebenaran dan berani menyatakan komplain atas kesalahan oknum guru tersebut.Secara tidak sadar si oknum guru ini ikut andil dalam membentuk karakter murid sehingga “MENGGAMPANGKAN” sesuatu dan menganggap sesuatu itu tidak boleh diperjuangkan atau tidak diperkenankan untuk melawan otoritas yang lebih tinggi seklipun melakukan kesalahan yang terus menerus.
MAU JADI APA ANAK BANGSA NEGERI INI?
Sungguh IRONI.

Seragam hanya baju, bahkan alangkah baiknya semua pelajar tidak harus berseragam seperti di banyak negara di dunia. Karena baju tidak menjamin pengajaran akan lebih baik.Hal itu juga yang menyebabkan banyak tawuran karena mengenali seragam anak sekolah lain. Sangat disayangkan banyak guru baik dan berprestasi yang erap kali tenggelam karena tidak sejalan dengan para oknum guru yang melakukan banyak penyelewengan dalam pendidikan.Mereka jadi tersisihkan dan juga dikucilkan karena tidak mau melakukan banyak penyelewengan seperti yang para oknum guru lain lakukan.
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTH-7avn4NVR5VdEBCAEwc8px5j3E_xea9UHtqf_G5x8_g2Efh1ag
Saya hanya berharap negara melalui aparat yang terkait membentuk team yang bisa mencari tahu apa pelanggaran yang erapkali terjadi di dunia pendidikan, keluhan apa yang dirasakan baik oleh pendidik mauoun oleh anak-anak yang didik, kekurangan apa yang harusnya dibenahi, karena ini semuanya adalah aset bangsa yang harus diperhatikan karena dari sinilah tunas tunas muda tumbuh menjadi penerus bangsa ini.
Jika Indonesia terus menerus terlarut dalam hal hal lain(politik lain) dan terkesan membiarkan banyak ketidakserasian yag terjadi di dunia pendidikan,maka sampai kapanpun pendidikan di Indonesia akan terus terpuruk, dan makin turun peringkatnya di dunia.
Semoga Tuhan bisa mengulurkan tangannya dengan menunjuk para wakilnya yang pantas memperbarui pendidikan di Indonesia…
http://perpustakaan.narotama.ac.id/wp-content/uploads/2011/08/higher.jpg
MAJU PENDIDIKAN INDONESIA!!!

Senin, 30 April 2012

Al Qur'an dan astrofisika

Langit yang Mengembalikan

Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur'an, mengacu pada fungsi "mengembalikan" yang dimiliki langit.
"Demi langit yang mengandung hujan." (Al Qur'an, 86:11)
Kata yang ditafsirkan sebagai "mengandung hujan" dalam terjemahan Al Qur'an ini juga bermakna "mengirim kembali" atau "mengembalikan".
Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi "pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.
Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.
Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.
Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.
Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.
Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur'an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.

Al Quran dan Astrofisika

Atap yang Terpelihara


Gambar ini memperlihatkan sejumlah meteor yang hendak menumbuk bumi. Benda-benda langit yang berlalu lalang di ruang angkasa dapat menjadi ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta Maha Sempurna, telah menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung istimewa ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena terlanjur hancur berkeping-keping ketika masih berada di atmosfir.
Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:
"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)
Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.
Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.

Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.
Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.
Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.
Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)
Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.
Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
Energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada Matahari sungguh amat dahsyat sehingga sulit dibayangkan akal manusia: Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan 100 juta bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima. Bumi terlindungi dari

Al Qur'an dan Astrofisika

Mengembangnya Alam Semesta



Edwin Hubble dengan teleskop besarnya.
Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)
Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.


Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

Al Quran dan astrofisika

Bentuk Bulat Planet Bumi

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." (Al Qur'an, 39:5) Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.
Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.
Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur'an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur'an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

Al Qur'an dan Astrofisika



Garis Edar
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.
Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:
"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)
Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.
Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.
Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah.
Pemisahan Langit dan Bumi
 Pemisahan Langit dan Bumi


Gambar ini menampakkan peristiwa Big Bang, yang sekali lagi mengungkapkan bahwa Allah telah menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah. Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah.
Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut:
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al Qur'an, 21:30)
Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.
Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.
Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.